Akhirnya, setelah sebulan lebih dia merajuk untuk berhenti kumon, kemarin aku setujui dia. Aku lapor ke guru kumonnya bahwa Toni sudah tidak bisa lagi ikut disiplin model kumon. Gurunya memang berusaha untuk menahan agar tidak berhenti, dengan alasan piala (karena mencapai 3 level di atas kelas 1 SD) yang akan diberikan bulan Desember 2009 akan hangus.
Aku memang sudah mengira sebelumnya bahwa model kumon tidak cocok untuk anakku yang laki itu. Metodanya sangat berat ke metoda mencongak (perhitungan kuantitatif). Metoda analitiknya sangat kurang. Soal cerita tidak banyak. Gambar-gambar tidak ada dan tulisan hitam di atas kertas putih. Hanya anak yang mempunyai disiplin sangat tinggi yang sanggup terus bertahan.
Kelihatannya model Enopi lebih cocok untuk anakku itu. Namun karena alasan keuangan, aku akan membuat saja software untuk belajar matematik SD dengan bahasa pemrograman JAVA yang mengarahkan anak pada penyelesaian soal matematik dengan mental dan analitik.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment