Saturday, August 8, 2009

Berhenti bermain tenis dengan bola empuk


Seminggu sebelum anakku berhenti kumon, dia kuberhentikan dari latihan tenis dengan bola empuk. Pemberhentian tersebut terutama adalah karena kemampuan baca bola menjadi terganggu karena adanya kombinasi penggunaan bola normal dan bola empuk. Berikut ini adalah penjelasan mengapa keputusan tersebut kuambil.

Penggunaan bola empuk bermanfaat bagi pemula. Karena empuknya, benturan antara bola dengan senar raket tenis teredam. Hal ini mencegah cederanya tangan si anak yang masih relatif lemah. Kegunaan kedua adalah bahwa dengan bola tersebut, pantulannya tidak terlalu cepat sehingga lebih sesuai untuk kemampuan pemula. Keuntungan ketiga adalah bahwa karena empuknya, pemula seharusnya bisa bebas memukul bola tanpa takut sehingga kemampuan koordinasi dasarnya berkembang.

Namun anakku sudah sejak awal tahun ini tidak lagi pada level pemula di tempat les di CiToS. Awal tahun lalu dia menggunakan bola yang 70% normal dan sekarang sudah 100% normal untuk pertandingan tenis. Sampai bulan Juli berakhir lalu, dia juga ikut les di BSD yang menggunakan bola empuk karena pelatihan itu memang ditujukan untuk pemula. Karena targetnya yang berbeda tersebut, maka sejak Agustus dan seterusnya, kuputuskan latihan tenis dengan bola empuk. Akibatnya, sekarang anakku bisa "membaca bola" untuk bola normal dengan lebih baik. Dia lebih tahu kemana dia harus mengambil posisi untuk menggunakan teknik tenis yang benar memukul bola tenis normal. Gambar di atas adalah gambar pak Achmadi, salah seorang pelatih tenisnya di CiTos..... terimakasih pak Achmadi.

No comments:

Post a Comment