Di usia 7 tahun kurang sebulan ini, Toni (anak lakiku) mulai "menikmati indahnya" olah raga tenis dan pada saat tersebut saya sedang keluar sebentar (tidak melihat peristiwanya).
Tiga minggu lalu, gigi seri atasnya terkena raket hingga gigi tersebut sedikit goyang dan gusi berdarah. Pada saat kejadian, saya sedang berada di luar areal latihan. Ketika kembali, saya mendapatinya masih bermain tapi terlihat lelah dan malas bermain (padahal sebelum saya tinggal tidak demikian). Aku tanya: "kenapa mainnya tidak semangat ?" Eh malah dia menangis dan menceritakan kejadian tersebut. Kulihat giginya, masih utuh (walaupun katanya goyang). Darah tidak ada (walaupun katanya tadi berdarah). Langsung saja aku bilang "tak apa kok. Yang penting kalau main janga lupa pakai kuda-kuda supaya lebih seimbang". Lalu dia kembali main. Sepuluh menit kemudian, semangatnya kembali seperti semula dan dia terlihat menikmati latihan tenis tersebut. Dua hari kemudian, keadaan giginya normal kembali.
Kemarin, bola tenis menumbuk mata kanannya dengan penghalang hanya kelopak matanya. Terlihat ada bercak merah di bola mata putihnya. Kecelakaan ini yang aku takutkan, karena dapat berpengaruh pada penglihatan. Aku pernah dengar dari salah satu pelatihnya bahwa beliau berhenti bermain dan menjadi pelatih karena kemampuan matanya beradaptasi terhadap cahaya pada salah satu matanya berkurang setelah matanya terkena bola tenis. Malam itu sampai dengan pagi di hari berikutnya, Toni hanya aku bantu agar semangatnya tidak turun. Siang ini (sekitar jam 10 pagi), ia akan di antar ke rumah sakit mata AINI. Isteriku dan aku berharap matanya bisa segera kembali normal.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ternyata kata dokter RS AINI, mata Toni tidak bermasalah. Toni hanya dikasih resep obat tetes mata. Pada hari kedua ini, bercak merah sudah jauh berkurang. Alhamdulillah.
ReplyDelete