Showing posts with label gigi. Show all posts
Showing posts with label gigi. Show all posts

Friday, January 8, 2010

Cabut gigi seri bawah kanan

Kamis 7 Januari 2010, jam 11.30 an, gigi (susu) seri bawah kanan Toni di cabut oleh drg. Sinky. Kata Toni, drg Sinky selalu bilang suntik itu adalah di tetesi obat .... Sebetulnya itu adalah cara drg Sinky menenangkan Toni supaya tak nangis kalau di suntik. Tapi rupanya Toni tahu juga akhirnya (walaupun hal itu dikomunikasikan di rumah, tidak ke drg Sinky). Saya tak mengantar sehingga saya tak tahu situasinya di sana.

Sunday, August 16, 2009

Dua gigi seri atas dicabut


Kemarin, dua gigi seri atas Toni dicabut oleh drg Sinky. Sebenarnya, gigi tersebut adalah 2 gigi yang terkena raket tenis. Sampai sebelum dicabut, aku curiga kemungkinan gigi baru sudah mulai mendesak gigi lama yang terkena raket (karena kok makin hari makin goyang dan posisi gigi lama makin aneh). Untunglah, gigi yang terkena raket bukan gigi permanennya. Selanjutnya, gigi yang akan perlu lepas lagi adalah gigi seri bagian bawah kiri dan kanan (bukan yang bawah depan, karena sudah ganti). Pada gambar terlihat betapa "bangganya" dia dengan keompongannya. Mudah-mudahan keompongan tersebut tidak akan terulang ...

Monday, August 10, 2009

Kecelakaan Tenis

Di usia 7 tahun kurang sebulan ini, Toni (anak lakiku) mulai "menikmati indahnya" olah raga tenis dan pada saat tersebut saya sedang keluar sebentar (tidak melihat peristiwanya).

Tiga minggu lalu, gigi seri atasnya terkena raket hingga gigi tersebut sedikit goyang dan gusi berdarah. Pada saat kejadian, saya sedang berada di luar areal latihan. Ketika kembali, saya mendapatinya masih bermain tapi terlihat lelah dan malas bermain (padahal sebelum saya tinggal tidak demikian). Aku tanya: "kenapa mainnya tidak semangat ?" Eh malah dia menangis dan menceritakan kejadian tersebut. Kulihat giginya, masih utuh (walaupun katanya goyang). Darah tidak ada (walaupun katanya tadi berdarah). Langsung saja aku bilang "tak apa kok. Yang penting kalau main janga lupa pakai kuda-kuda supaya lebih seimbang". Lalu dia kembali main. Sepuluh menit kemudian, semangatnya kembali seperti semula dan dia terlihat menikmati latihan tenis tersebut. Dua hari kemudian, keadaan giginya normal kembali.

Kemarin, bola tenis menumbuk mata kanannya dengan penghalang hanya kelopak matanya. Terlihat ada bercak merah di bola mata putihnya. Kecelakaan ini yang aku takutkan, karena dapat berpengaruh pada penglihatan. Aku pernah dengar dari salah satu pelatihnya bahwa beliau berhenti bermain dan menjadi pelatih karena kemampuan matanya beradaptasi terhadap cahaya pada salah satu matanya berkurang setelah matanya terkena bola tenis. Malam itu sampai dengan pagi di hari berikutnya, Toni hanya aku bantu agar semangatnya tidak turun. Siang ini (sekitar jam 10 pagi), ia akan di antar ke rumah sakit mata AINI. Isteriku dan aku berharap matanya bisa segera kembali normal.