Showing posts with label raket. Show all posts
Showing posts with label raket. Show all posts

Wednesday, May 5, 2010

Ganti Raket ke Pegangan 4.25

Dua minggu lalu (Akhir april 2010), Toni mulai ganti raket 4.25 (standard orang Asia dewasa). Sebelumnya Toni pake 3 5/8 (?). Spesifikasi raket baru tersebut adalah
Merek: babolat
Weight: 280 gr (sebelumnya, Toni pake 235 gr)
Headsize: 645 cm persegi (tidak oversize)
Tension: 54 lbs (pasang ditoko)

Terpaksa beli yang ini karena discount jadi Rp. 400 ribu (berikut snar dan pasang). Padahal kak Avita (pelatih) pake 255 gr dan pak Ahmadi (pelatih) 275 gr. Normalnya, raket itu berharga Rp. 1 juta.

Mulai bulan Mei ini, dengan raket baru tersebut, Toni mulai lagi latihan 2x seminggu di tingkatan intermediate. Namun, Toni sudah tidak lagi les dengan pelatih dari pak Gunawan (JITA Tenis). Toni les di Lebak Lestari dengan pelatih pak Ahmadi dan kak Avita. Toni lebih cocok dilatih oleh beliau, metodanya lebih baik dan biaya lesnya pun lebih terjangkau.

Sunday, August 16, 2009

Dua gigi seri atas dicabut


Kemarin, dua gigi seri atas Toni dicabut oleh drg Sinky. Sebenarnya, gigi tersebut adalah 2 gigi yang terkena raket tenis. Sampai sebelum dicabut, aku curiga kemungkinan gigi baru sudah mulai mendesak gigi lama yang terkena raket (karena kok makin hari makin goyang dan posisi gigi lama makin aneh). Untunglah, gigi yang terkena raket bukan gigi permanennya. Selanjutnya, gigi yang akan perlu lepas lagi adalah gigi seri bagian bawah kiri dan kanan (bukan yang bawah depan, karena sudah ganti). Pada gambar terlihat betapa "bangganya" dia dengan keompongannya. Mudah-mudahan keompongan tersebut tidak akan terulang ...

Monday, August 10, 2009

Kecelakaan Tenis

Di usia 7 tahun kurang sebulan ini, Toni (anak lakiku) mulai "menikmati indahnya" olah raga tenis dan pada saat tersebut saya sedang keluar sebentar (tidak melihat peristiwanya).

Tiga minggu lalu, gigi seri atasnya terkena raket hingga gigi tersebut sedikit goyang dan gusi berdarah. Pada saat kejadian, saya sedang berada di luar areal latihan. Ketika kembali, saya mendapatinya masih bermain tapi terlihat lelah dan malas bermain (padahal sebelum saya tinggal tidak demikian). Aku tanya: "kenapa mainnya tidak semangat ?" Eh malah dia menangis dan menceritakan kejadian tersebut. Kulihat giginya, masih utuh (walaupun katanya goyang). Darah tidak ada (walaupun katanya tadi berdarah). Langsung saja aku bilang "tak apa kok. Yang penting kalau main janga lupa pakai kuda-kuda supaya lebih seimbang". Lalu dia kembali main. Sepuluh menit kemudian, semangatnya kembali seperti semula dan dia terlihat menikmati latihan tenis tersebut. Dua hari kemudian, keadaan giginya normal kembali.

Kemarin, bola tenis menumbuk mata kanannya dengan penghalang hanya kelopak matanya. Terlihat ada bercak merah di bola mata putihnya. Kecelakaan ini yang aku takutkan, karena dapat berpengaruh pada penglihatan. Aku pernah dengar dari salah satu pelatihnya bahwa beliau berhenti bermain dan menjadi pelatih karena kemampuan matanya beradaptasi terhadap cahaya pada salah satu matanya berkurang setelah matanya terkena bola tenis. Malam itu sampai dengan pagi di hari berikutnya, Toni hanya aku bantu agar semangatnya tidak turun. Siang ini (sekitar jam 10 pagi), ia akan di antar ke rumah sakit mata AINI. Isteriku dan aku berharap matanya bisa segera kembali normal.