Sampai hari ini, aku masih mencari cara bagaimana agar tenis forehand anakku (tidak kidal, usianya menjelang 7 tahun) dimulai tidak terlalu jauh kebelakang. Kecenderungan yang sering dijumpai kalau forehand tersebut seperti itu adalah bahwa 1) contact point antara raket tenis dengan bola terlalu dekat dengan badan dan 2) kadang sendinya tertarik sehingga sedikit sakit serta 3) sulit menerima bola cepat. Contact point yang terlalu dekat dengan badan mengakibatkan bola tidak cepat sampai ke lapangan lawan.
Pelatihnya sudah mencoba memulai dengan umpan bola dekat dan bola jauh sambil memberitahunya baik jika ada kesalahan maupun tidak. Aku juga sudah mencoba mengajaknya bermain sambil memberi tahunya. Berkali-kali dia mengatakan pukulan dimulai tidak terlalu kebelakang, padahal kenyataannya memang terlalu kebelakang. Hari ini, aku akan mencoba agar dia menggunakan forehand dengan dua tangannya memegang raket tenis. Aku berharap, tangan kirinya akan secara otomatis mencegah tangan kanannya memulai pukulan dengan posisi terlalu kebelakang. Aku akan mulai dengan memberi umpan bola dekat dahulu. Mudah-mudahan berhasil ..... Kalau tidak, aku akan cari cara lain lagi..... atau mungkin ada saran ???
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pada saat bermain tenis di lapangan tenis dengan anaku, dia menolak menggunakan forehand dengan 2 tangannya. Terpaksa kuberi semacam syarat, kalau masih terlalu kebelakang, maka pukulan berikutnya harus dilakukan dengan 2 tangan. Namun berkali-kali dia melakukan pukulan forehand dengan astu tangan (seperti biasa) dengan tangan masih cenderung ke belakang.
ReplyDeleteKeesokan malamnya, kuminta dia melakukan pukulan forehand dengan 2 tangan tanpa bola di dalam rumah. Cukup 10 kali saja.
2 hari kemudian dia latihan dengan pelatih tenisnya. Pelatihnya mengatakan ada perkembangan bagus mengenai forehandnya. Forehandnya sudah tidak terlalu sering dimulai jauh dari belakang. Berarti penggunaan forehand 2 tangan (walaupun bersifat sementara), cukup efektif untuk membatasi awal pukulan.